Teh Hitam Yang Kaya Akan Manfaat

Teh Hitam Yang Kaya Akan Manfaat

Teh merupakan salah satu minuman paling populer di dunia. Hampir di setiap Negara memiliki kebiasaan minum teh untuk mengisi waktu luang. Budaya minum teh di setiap Negara juga tentunya berbeda-beda. Terdapat banyak sekali jenis teh yang sering dikonsumsi masyarakat. Apa saja jenis teh tersebut?

Jenis-jenis Teh Yang Sering Dikonsumsi Masyarakat

  1. Teh hijau

Teh hijau terbuat dari daun teh asli yang proses pembuatannya biasanya dikeringkan terlebih dahulu. Teh hijau adalah teh yang paling sering kita temui di sekitar kita karena memang rasanya yang enak dan aromanya yang menenangkan.

  1. Teh herbal

Teh jenis ini bukan jenis teh yang berasal dari daun teh ataupun tanaman camellia sinensis. Teh herbal terbuat dari berbagai macam rempah dan tanaman obat yang nantinya diseduh dan dijadikan sebagai teh. Teh herbal sendiri biasanya digunakan untuk pengobatan tradisional.

  1. Flavored tea

Flavored tea merupakan jenis teh yang biasanya dipadukan dengan berbagai rasa lain seperti buah-buahan, rempah-rempah, bunga ataupun jenis teh lain.

  1. Teh hitam

Teh hitam merupakan teh yang terbuat dari tanaman camellia sinensis. Teh ini mengandung kadar kafein yang cukup tinggi sehingga cocok untuk menghilangkan rasa kantuk.

  1. Teh Oolong

Teh ini hampir sama dengan teh hitam, hanya saja kandungan kafeinnya lebih rendah. Namun, kandungan antioksidan pada teh oolong lebih tinggi dari teh hijau.

Itulah beberapa jenis teh yang sering dikonsumsi oleh masyarakat. Setiap jenis teh memiliki proses pembuatan dan manfaat yang berbeda. Di bawah ini akan ada ulasan singkat mengenai salah satu jenis teh yang telah disebutkan di atas, yaitu teh hitam.

Pembuatan Teh Hitam

Seperti yang sudah disebutkan pada ulasan di atas, teh hitam merupakan teh yang berasal dari daun camellia sinenis. Teh hitam mungkin tidak sepopuler teh hijau maupun flavored tea karena memang teh jenis ini memiliki rasa yang khas jika dibandingkan dengan jenis teh lain.

Sebelum daun camellia sinensis dapat dikonsumsi menjadi teh hitam, daun camellia sinensis harus melalui tahap oksidasi. Tahap oksidasi merupakan cara penghilangan kadar air pada daun camellia sinensis. Pada awalnya daun camellia sinensis akan berwarna hijau. Namun setelah proses oksidasi, daun akan berubah menjadi hitam kecokelatan.

Berikut adalah video tentang cara pengolahan teh hitam.

Manfaat Teh Hitam Untuk Kesehatan

Ada banyak kandungan di dalam teh hitam yang baik untuk kesehatan tubuh. Beberapa manfaat teh hitam untuk kesehatan tubuh akan dijelaskan pada ulasan di bawah.

  1. Mencegah kanker

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa kandungan antioksidan pada teh hitam dapat mengatasi kemunculan kanker pada tubuh. antioksidan seperti polifenol dan katekin dapat melawan jenis kanker tertentu. Seperti pada sebuah penelitian menyatakan bahwa, wanita yang sering minum teh setiap hari memiliki resiko terkena kanker ovarium lebih rendah dibandingkan dengan wanita yang tidak minum teh.

  1. Menghilangkan rasa kantuk

Kandungan kafein yang cukup tinggi di dalam teh hitam akan membuat Anda berenergi dan bebas dari rasa kantuk. Selain itu, teh hitam juga mengandung zat stimulasi yang akan dapat mempercepat kerja jantung sehingga membuat Anda bersemangat dan lebih fokus.

  1. Menangkal radikal bebas

Tubuh yang terlalu sering terpancar radikal bebas akan sangat berbahaya karena dapat terserang berbagai macam penyakit berbahaya seperti kanker kulit, penggumpalan darah dan aterosklerosis atau peradangan pada pembuluh darah. Kandungan antioksidan pada teh dapat menangkal radikal bebas sehingga dapat melindungi tubuh dari penyakit yang disebabkan karena pathogen.

  1. Mengatasi masalah pencernaan

Teh hitam mengandung tannin yang berguna untuk menurunkan resiko peradangan yang terjadi pada usus dan pembentukan batu ginjal. Selain itu teh hitam juga dapat digunakan untuk memperlancar pencernaan dan mengobati penyakit pada usus yang sudah disebutkan sebelumnya.

  1. Menurunkan resiko diabetes

Teh hitam mengandung catechin dan tea flavin yang bermanfaat untuk meningkatkan produksi insulin pada darah sehingga dapat menurunkan resiko terkena penyakit diabetes. Jika produksi insulin dalam darah tercukupi, maka proses pengolahan glukosa menjadi glikogen dapat dilakukan secara maksimal sehingga tidak akan ada produksi gula berlebih di dalam darah.